Gunungan Sampah Masker selama Pandemi

Zyklus Indonesia

2 November 2021

gambar

Masker sangat dibutuhkan selama beberapa tahun kebelakang sampai saat ini mengingat karena pandemi covid-19 yang berdampak di seluruh sektor kehidupan termasuk kebersihan lingkungan. Masker juga mempunyai berbagai jenis dan macam mulai dari masker scuba, masker kain berlapis sampai masker medis dan lain lain.

Penggunaan masker dapat mengurangi resiko tertular virus covid-19, namun tidak bisa kita hindari juga dengan penggunaan masker ini berdampak kepada kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah kebutuhan sehari hari terutama pada masker sekali pakai yang limbahnya dapat mencemari lingkungan.

Dilansir dari The Independent, studi yang dilakukan University of Southern Denmark memperkirakan 129 miliar masker dibuang setiap bulan. Menurut laporan Ocean Asia 2020 yang berjudul “Masks on the Beach”, sebanyak 1,6 miliar sampah masker global berakhir di lautan. Jumlah ini setara 5,5 ribu ton sampah plastik dan setara 7% pusaran sampah Pasifik (The Great Pacific Garbage Patch). Masker sekali pakai utamanya terbuat dari bahan polipropilen atau salah satu jenis plastik. Plastik membutuhkan waktu hingga ratusan tahun agar bisa terurai. Sampah masker yang masih utuh lalu terbawa ke sungai dan laut dapat menyebabkan pencemaran air.

Di perairan Mediterania, masker sekali pakai ini mengambang seperti ubur-ubur.

Sampah masker sekali pakai juga dapat menjerat hewan laut, bahkan hingga menyebabkan kematian. Ada pula kejadian di mana hewan laut mengira bahwa sampah masker sekali pakai tersebut merupakan makanannya. Jika hewan laut tidak mati karena tersedak, masker yang lolos akan memenuhi perut mereka, mengurangi asupan makanan, menyebabkan kelaparan, dan berujung pada kematian.  Agar tidak menimbulkan bahaya yang lebih besar, para peneliti mendesak pihak berwenang di setiap negara untuk menyiapkan tempat sampah khusus masker sekali pakai, tempat pengumpulan, pembuangan. Upaya lain yang dapat diterapkan masyarakat adalah menggunakan masker yang dapat digunakan kembali, membuat inovasi masker sekali pakai yang ramah lingkungan, dan pengelolaan limbah yang benar.  

Agar tidak menimbulkan bahaya yang lebih besar, para peneliti mendesak pihak berwenang di setiap negara untuk menyiapkan tempat sampah khusus masker sekali pakai, tempat pengumpulan, pembuangan. Upaya lain yang dapat diterapkan masyarakat adalah menggunakan masker yang dapat digunakan kembali, membuat inovasi masker sekali pakai yang ramah lingkungan, dan pengelolaan limbah yang benar.

Adapun LIPI sepanjang tahun 2020 mengembangkan metode daur ulang limbah medis plastik yang mudah dan efektif, yakni dengan metode bernama rekristalisasi. Metode rekristalisasi dapat  diterapkan untuk berbagai jenis plastik bahan baku APD seperti polipropilena, polietilena, polistirena, maupun polivinil klorida.

Kepada DW Indonesia, peneliti Pusat Penelitian Kimia LIPI Sunit Hendrana mengatakan bahwa metode ini memiliki sejumlah keunggulan, salah satunya memungkinkan terjadinya degradasi yang sangat rendah karena tidak adanya shear dan stress seperti pada daur ulang biasa.

"Sangat mungkin diperoleh suatu plastik murni tanpa degradasi yang dapat digunakan lagi sebagai plastik untuk tujuan medis dengan kualitas yang serupa,” terang Sunit.

Sunit menjelaskan keunggulan lainnya adalah bahwa metode ini mengonsumsi energi yang lebih rendah karena "mekanisnya jauh lebih sedikit dari metode yang lain.”

Lebih lanjut, proses sterilisasi dalam metode ini dapat dilakukan secara in-situ dalam rangkaian proses daur ulang.

Tahapan-tahapan metode rekristalisasi ini meliputi pemotongan plastik bila diperlukan, pelarutan plastik, pencampuran dengan antipelarut, pengendapan, dan pemisahan pelarut dan antipelarut.

"Prinsip dasar dari metode ini adalah sifat kelarutan, bahwa plastik itu larut dalam pelarut tertentu. Ini yang bisa kita manipulasi sehingga bisa mengkristal dalam bentuk larutan dan dijadikan serbuk,” kata peneliti dari kelompok penelitian kimia makromolekular ini.

Sumber :

https://www.dw.com/id/metode-rekristalisasi-untuk-solusi-penanganan-limbah-medis/a-56606464

https://katadata.co.id/ariayudhistira/infografik/6136feaecd17d/gunungan-sampah-masker-selama-pandemi

logo_zyklus

Cari tau berita terbaru

© 2021 Zyklus