Sampah Luar Angkasa Bisa Ancam Manusia di Bumi

Zyklus Indonesia

2 November 2021

gambar

Sampah sudah menjadi hal yang umum di kehidupan kita yang perlu untuk dikendalikan karena tanpa kendali dari kita semua, sampah akan mengganggu aktifitas dan keberjalanan kehidupan sehari - hari. Diindonesia Pun menjadi salah satu negara yang menghasilkan jumlah sampah melebihi rata - rata sampah negara lain dengan melihat luasnya wilayah Negara Indonesia dan kepadatan penduduknya. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengakui bahwa pada 2020 total produksi sampah nasional telah mencapai 67,8 juta ton Artinya, ada sekitar 185.753 ton sampah setiap harinya dihasilkan oleh 270 juta penduduk. Atau setiap penduduk memproduksi sekitar 0,68 kilogram sampah per hari

Namun apa jadinya jika kita memikirkan kondisi luar angkasa di sekitar bumi. Apakah sama seperti ilustrasi dan foto yang menampilkan bumi dan luar angkasa bersih serta kosong dari sampah yang sejenis dengan sampah disekitar kita.

Faktanya banyak sekali sampah yang beredar di luar angkasa sekitar bumi kita, sampah luar angkasa yang berserakan tersebut bersumber dari sampah dari ISS (international Space Station). Sampah ini melayang tanpa arah dan berpotensi jatuh di bumi dalam skala kecil maupun besar. Sampah ini juga disebabkan oleh benda luar angkasa dan benda dari ISS yang bertabrakan satu sama lain tanpa disadari.

Peneliti LAPAN Rhorom Priyatikanto menyatakan puing bekas tabrakan sampah luar angkasa berpotensi masuk ke bumi. Dia mengatakan potensi itu bisa menimbulkan bahaya bagi manusia.

"Bila ada serpihan yang tidak habis terbakar dan jatuh ke permukaan Bumi maka ada potensi bahaya atau bahkan potensi korban jiwa. Namun, nilainya memang teramat kecil," ujar Rhorom kepada CNNIndonesia.com, Jumat (16/10).

Rhorom menuturkan belum dapat memastikan apakah tabrakan sampah luar angkasa yang disampaikan oleh perusahaan pelacakan yang berbasis di Amerika Serikat, LeoLabs akan terjadi hari ini. Sebab, dia berkata perkiraan probabilitas tabrakannya adalah 10 persen.

Namun, dia menyampaikan tabrakan pada ketinggian 900-an kilometer tersebut akan menghasilkan ratusan hingga ribuan serpihan sampah antariksa. Kemudian, serpihan itu dapat membahayakan satelit operasional atau misi-misi baru.

Lebih lanjut, Rorom menilai serpihan yang dihasilkan dari kejadian luar angkasa itu mungkin berukuran tidak terlalu besar. Sehingga, dia menyebut akan habis terbakar di atmosfer.

"Kecuali bekas roket Tiongkok yang mungkin bisa jatuh hingga permukaan Bumi," ujarnya.

Di sisi lain, Rhorom mengingatkan bahwa butuh waktu 10 tahun atau lebih bagi objek yang berada di ketinggian 900 km untuk mengalami reentry atau masuk dan jatuh ke atmosfer secara alamiah.

Sebelumnya, LeoLabs menyampaikan sampah-sampah luar angkasa akan saling bertabrakan dan mendekati bumi pada Jumat (16/10). Fenomena itu akan berlangsung 616 mil (991 kilometer) di atas Samudera Atlantik Selatan yang berlokasi tidak jauh dari pantai Antartika.

Astronom dan pelacak satelit, Jonathan McDowell mengidentifikasi dua objek yang saling bertabrakan merupakan Satelit Navigasi Soviet yang telah mati dan dikenal sebagai Parus atau Kosmos 2004 dan roket Stage milik China.

Sumber :

https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20201016102302-199-559106/lapan-sampah-luar-angkasa-bisa-ancam-manusia-di-bumi

https://indonesia.go.id/kategori/indonesia-dalam-angka/2533/membenahi-tata-kelola-sampah-nasional#:~:text=Kementerian%20Lingkungan%20Hidup%20dan%20Kehutanan,68%20kilogram%20sampah%20per%20hari.

logo_zyklus

Cari tau berita terbaru

© 2021 Zyklus